Sunday, 17 July 2016

Mencoba Berekspresi

Ekspresi. Kata yang tiba-tiba melintas dipikiran disaat sedang menonton video di youtube. Ya, aku sedang menonton video dimana orang lain bisa dengan mudah mengekspresikan dirinya sendiri. Mereka tampak sangat luwes saat berada didepan kamera. Mereka berbicara dengan lancar, mereka mengeluarkan isi hati mereka secara lepas (mungkin). Mereka melakukan hal yang mereka sukai. Mereka juga mendapatkan uang dari video yang mereka upload ke youtube.

Mereka adalah youtuber, hampir sama dengan sosok artis yang muncul di televisi, namun perbedaannya mereka adalah artis yang popular di website youtube. Mereka menghasilkan uang dari youtube dan mungkin mereka bisa sukses seperti sekarang karna youtube. Jujur saja saya sebenarnya iri dengan mereka. Bukan iri soal uang maupun popularitas yang mereka miliki.  Iri yang saya maksud disini adalah iri akan kebebasan dan kepercayaan diri mereka dalam berekspresi.

Berekspresi merupakan hal yang cukup sulit bagi diri saya pribadi. Disaat saya ingin berekspresi entah kenapa saya sedikit sulit untuk mengeluarkan unek-unek yang saya rasakan. Saya memiliki banyak unek-unek bahkan mungkin sangat banyak, namun hal tersebut hanya sebatas berputar-putar dipikiran saya. Mulut saya tetap membisu, tangan saya tetap kaku, dan tiba-tiba pikiran saya mengurungkan niatnya untuk berekspresi. Apa yang salah dengan diri saya? Apakah saya terlalu pemalu? atau memang saya sangat kurang percaya diri? saya pribadi tidak tahu apa alasannnya. 

Ya mungkin tulisan ini merupakan salah satu dari sekian ekspresi saya yang coba saya ekspresikan. Sangat banyak ide-ide cemerlang yang terlintas dipikiran saya, namun semua itu tertahan oleh mulut yang bisu, tangan yang kaku, dan pikiran yang mengurungkan niatnya. Saya hanya ingin semua ide itu mengalir begitu saja keluar dari pikiran saya, saya tidak peduli apakah ada orang lain yang melihat atau tidak yang jelas saya hanya ingin berekspresi. \

Saya tahu tulisan ini tidak ada artinya sama sekali, tapi mohon camkan dan maklum. Saya hanya mencoba berekspresi.

Saturday, 18 June 2016

Menghitung Hari Menuju Berakhirnya Asrama PPKU IPB

Waktu emang sepertinya berjalan cepet banget ya... ga kerasa tinggal menghitung hari ninggalin asrama PPKU IPB. Rasanya baru kemaren masuk asrama dianter sama ayah, bi nana, bi pipit, teh saffa. Rasanya baru kemaren saya nangis diem-diem di kasur gara-gara homesick, ngeluh karena ga betah di asrama, ngeluh pingin cepet-cepet pulang, ngambil jatah kuliah demi pulang gara-gara homesick. 

Jujur aja sebenernya dulu awal-awal masuk asrama saya rapuh, banget malah. dikit-dikit pengen pulang, dikit-dikit homesick, sekalinya pulang gamau balik lagi ke bogor, ngambil jatah demi pulang ke bandung. Ya mungkin itu karena kuliah saya tidak begitu padat jadi banyak waktu kosong. Ada sedikit penyesalan sebenernya dari hati saya yang paling dalam. Saya menyesal kenapa disaat awal-awal kuliah, disaat orang lain bertahan di asrama, disaat punya peluang nambah temen, disaat banyak peluang nambah pengalaman, disaat banyak kesempatan yang lewat didepan saya, saya malah memilih untuk menarik diri dari kampus dan teman-teman dengan cara pulang ke bandung. I regret it, but i know life must go on, right? 

Pembagian kamar berisi 4 orang  yang berasal dari berbagai daerah memberikan manfaat kepada saya pribadi untuk memahami dan mengenal kebudayaan dan kebiasaa dari berbagai daerah. Belum lagi teman-teman lorong yang berasal dari berbagai daerah juga, hampir 40 orang. Saya tidak mengenal semuanya namun saya sudah bisa mendapat hal-hal baru. Ya memang tujuan awal dari asrama ini adalah untuk media adaptasi mahasiswa baru IPB terhadap lingkungan kampus dan teman-teman dari multi etnis dari seluruh Indonesia. Kita bisa kenal dengan orang dari ujung barat Indonesia hingga ujung timur Indonesia, semuanya pasti ada disini dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, I guarantee!. Yap, tinggal di asrama selama tahun pertama di IPB udah mengubah sudut pandang saya terhadap sesuatu. Awalnya saya berpikir untuk apa asrama? untuk apa? ga penting banget sih. Namun saat saya sudah menjalaninya saya belajar dan mendapatkan hal-hal baru. Kerjasama, toleransi, pengertian, sabar, bijaksana, ramah, tolong menolong, berbagi, saling mengingatkan adalah beberapa sifat yang saya dapatkan. Disini juga saya merasakaan nikmat dan bahagianya berbagi rezeki kita ke orang-orang disekitar. Mulai dari berbagi makanan, rezeki, pengalaman hingga canda tawa. What a great moment! I can't explain it with word.

Entah kenapa tiba-tiba kangen momen dimana temen-temen lorong masih tinggal di asrama. Entah kenapa tiba-tiba ngerasanyaman tinggal di asrama. Entah kenapa berasa asing disaat asrama yang biasanya rame banget, sekarang sepinya banget banget. Ini rasanya suasana paling sepi yang pernah saya rasain di asrama. Ada pertemuan ada perpisahan, ada awal ada akhir. 


Kini, saya sangat menikmati momen-momen berharga yang akan berakhir ini......

Thursday, 21 April 2016

Ir. Abdul Basith, MS , Dosen hebat IPB.

Hari ini saya mengikuti kelas pengantar manajemen di ruangan CCR 1.03 IPB seperti biasanya. Namun ada hal yang tidak biasa dikelas ini. Kami mahasiswa manajemen 52 menunggu cukup lama dikelas, mungkin sekitar 30 menit lebih. Akhirnya dosen yang kami tunggu-tunggu datang, ia terlihat kalem dan santai dengan kemeja yang beliau gunakan. Selama dosen menyiapkan laptop beserta materi kuliah saya bermain hp dan alangkah terkejutnya saya ketika beliau membuka kuliah penampilan beliau berubah. Beliau menggunakan jas! ya mungkin hal ini sepele, akan tetapi saya baru menemukan dosen yang mengajar dikelas menggunakan jas serta berwibawa seperti beliau. 

Beliau membuka kuliah dengan membahas materi mengenai manajemen sumber daya manusia dengan slide. Mungkin dosen baru ini akan sama membosankan dengan dosen pada saat sesi UTS. Okelah, saya mencoba ikhlas dan mencoba menyimak apa yang dibicarakan beliau. Disitu saya berpikir untuk tidur hingga kelas usai. Namun waktu berlalu begitu saja hingga ada satu celetukan dari dosen 'eh saya sudah memperkenalkan diri belum ya?' sontak saja sekelas menjadi ramai karena para mahasiswa tertawa. Mahasiswa menjawab 'belum paaak!' Dosen itu pun membalas 'Baiklah saya akan memperkenalkan diri.'. 

Beliau adalah Ir. Abdul Basith, MS lulusan dari IPB entah angkatan berapa saya namun umur beliau kalau tidak salah sudah akan menginjak usia 58. Beliau Menceritakan bahwa kuliah di IPB bukanlah keinginannya, beliau sebenarnya ingin kuliah mengambil jurusan arsitek dan mengejar impiannya mejadi arsitek. Beliau menceritakan awal mula mengapa beliau mendaftar ke IPB. Pada saat zaman SMA ada kawan beliau yang telah lebih dahulu mendaftar ke IPB dan diterima di IPB. Kawan beliau bercerita kepada beliau bahwa ia sudah diterima di IPB dan merasa sangat bangga karena IPB adalah universitas negeri. Setelah berpikir beberapa lama akhirnya beliau mencoba untuk mendaftar ke IPB, dan beliau diterima. Beliau mengikuti matrikulasi di IPB dan ijazah SMA nya ditahan oleh pihak IPB. 

2 bulan berlalu dan ada hal yang tak disangka oleh beliau, pendaftaran SIPENMARU dibuka. Beliau mengikuti tes itu dan memilih jurusan arsitektur UGM, beliau diterima akan tetapi ada masalah baru. Untuk mendaftar ulang dibutuhkan ijazah akan tetapi ijazah beliau ditahan oleh pihak IPB dan apabila ingi diambil maka harus ditebus oleh uang sejumlah Rp. 12.500 pada saat itu, Tahunnya entah tahun berapa tapi pastinya sebelum krisis moneter melanda indonesia. Beliau memutuskan untuk legowo saja dan memilih tetap di IPB karena tidak ingin meminta uang dan merepotkan orang tua. Kini beliau menjadi dosen di FEM IPB dan menjadi pembicara serta motivator di berbagai macam acara. 

Setelah mengikuti kuliah oleh Ir. Abdul Basith, MS pikiran saya menjadi terbuka. Beliau memaparkan mengapa krisi moneter terjadi, mengapa pabrik pesawat indonesia tidak dikembangkan, sedikit kisah B.J. Habibie hingga memberikan alasan kenapa kita harus menjadi pengusaha dan jangan terjebak di sebuah kotak. Kuliah bersama beliau membuak wawasan saya dan sangat berkesan bagi saya karena saya bisa bertemu dosen yang sangat hebat seperti beliau. 

IPB memiliki peringkat pertama di bidang SDM diantara Universitas Negeri se-Indonesia, saya baru merasakannya sekarang. Jujur saja awalnya memang saya kurang nyaman kuliah di IPB dan tidak bangga akan predikat pertama di bidang SDM yang disandang oleh IPB. Namun setelah bertemu dengan beliau saya menjadi sadar, bahwa memang SDM di kampus ini sangat-sangat luar biasa. Saya sangat beruntung dan saya seharusnya bersyukur lebih banyak lagi bisa kuliah di kampus ini dan bertemu orang-orang hebat. Kedepannya mungkin saya akan bertemu dengan dosen-dosen lainnya yang tidak kalah hebat di Kampus Biodiversitas ini.

 Mungkin saya cukupkan sekian untuk post kali ini, untuk detail materi yang beliau berikan akan saya bahas di post selanjutnya. Tentunya materi tersebut sangat inspiratif. 

Tuesday, 23 February 2016

Sony M4 Aqua


Sony M4 Aqua adalah smartphone keluaran sony yang dirilis tahun lalu. Smartphone ini punya banyak fitur yang tentunya keren dan canggih. Smartphone ini udah menemani hidup saya selama beberapa bulan, mungkin sekitar 6 bulan lebih. Sampai sekarang smartphone ini lancar-lancar aja dan ga ada masalah yang berarti. Biar lebih jelas saya bakal jelasin nih fitur apa aja sih yang ada di Sony m4 Aqua. Oh ya, untuk spesifikasi lengkapnya bisa di cek di GSM Arena.

  1. Kamera 13 MP & 5MP. Sony M4 ini punya kamera yang mumpuni. Kamera belakangnya 13 MP dan kamera depannya 5MP. Udah jelas dong kalau buat kalian yang suka jepret-jepret pasti bakal milih Sony M4 Aqua. Walaupun kita foto di tempat yang gelap tapi hasilnya bakal tetep keren. 
  2. RAM 2GB. Dengan RAM yang cukup besar udah pastinya Sony M4 Aqua ga kenal dengan yang namanya lag. RAM nya leluasa banget jadi bakal lebih mudah kalau multi-tasking.
  3. Processor Quad Core. Kurang keren apa nih processornya quad core. Pasti semua game berat bakal dilibas dengan lancar di Sony M4 Aqua ini
  4. 4G LTE. Ini nih yang paling penting, Sony M4 Aqua udah support jaringan 4G yang pastinya kalau lagi browsing ga akan lemot dong.
  5. Water Proof. Nah ini yang ga kalah penting dari Sony M4 Aqua. Smartphone ini bisa kalian ajak buat main air sesuai dengan namanya yang ada embel-embel Aqua. Smartphone ini bisa bertahan didalem air selama 30 menit dengan kedalaman 1,5 meter.
Kesimpulannya HP sony M4 Aqua ini adalah smartphone yang canggih dalam menunjang kebutuhan sehari-hari. Cocok banget buat kamu-kamu yang suka kegiatan outdoor. Segitu dulu aja kali ya postingan perdananya. hehe