Ir. Abdul Basith, MS , Dosen hebat IPB.
Hari ini saya mengikuti kelas pengantar manajemen di ruangan CCR 1.03 IPB seperti biasanya. Namun ada hal yang tidak biasa dikelas ini. Kami mahasiswa manajemen 52 menunggu cukup lama dikelas, mungkin sekitar 30 menit lebih. Akhirnya dosen yang kami tunggu-tunggu datang, ia terlihat kalem dan santai dengan kemeja yang beliau gunakan. Selama dosen menyiapkan laptop beserta materi kuliah saya bermain hp dan alangkah terkejutnya saya ketika beliau membuka kuliah penampilan beliau berubah. Beliau menggunakan jas! ya mungkin hal ini sepele, akan tetapi saya baru menemukan dosen yang mengajar dikelas menggunakan jas serta berwibawa seperti beliau.
Beliau membuka kuliah dengan membahas materi mengenai manajemen sumber daya manusia dengan slide. Mungkin dosen baru ini akan sama membosankan dengan dosen pada saat sesi UTS. Okelah, saya mencoba ikhlas dan mencoba menyimak apa yang dibicarakan beliau. Disitu saya berpikir untuk tidur hingga kelas usai. Namun waktu berlalu begitu saja hingga ada satu celetukan dari dosen 'eh saya sudah memperkenalkan diri belum ya?' sontak saja sekelas menjadi ramai karena para mahasiswa tertawa. Mahasiswa menjawab 'belum paaak!' Dosen itu pun membalas 'Baiklah saya akan memperkenalkan diri.'.
Beliau adalah Ir. Abdul Basith, MS lulusan dari IPB entah angkatan berapa saya namun umur beliau kalau tidak salah sudah akan menginjak usia 58. Beliau Menceritakan bahwa kuliah di IPB bukanlah keinginannya, beliau sebenarnya ingin kuliah mengambil jurusan arsitek dan mengejar impiannya mejadi arsitek. Beliau menceritakan awal mula mengapa beliau mendaftar ke IPB. Pada saat zaman SMA ada kawan beliau yang telah lebih dahulu mendaftar ke IPB dan diterima di IPB. Kawan beliau bercerita kepada beliau bahwa ia sudah diterima di IPB dan merasa sangat bangga karena IPB adalah universitas negeri. Setelah berpikir beberapa lama akhirnya beliau mencoba untuk mendaftar ke IPB, dan beliau diterima. Beliau mengikuti matrikulasi di IPB dan ijazah SMA nya ditahan oleh pihak IPB.
2 bulan berlalu dan ada hal yang tak disangka oleh beliau, pendaftaran SIPENMARU dibuka. Beliau mengikuti tes itu dan memilih jurusan arsitektur UGM, beliau diterima akan tetapi ada masalah baru. Untuk mendaftar ulang dibutuhkan ijazah akan tetapi ijazah beliau ditahan oleh pihak IPB dan apabila ingi diambil maka harus ditebus oleh uang sejumlah Rp. 12.500 pada saat itu, Tahunnya entah tahun berapa tapi pastinya sebelum krisis moneter melanda indonesia. Beliau memutuskan untuk legowo saja dan memilih tetap di IPB karena tidak ingin meminta uang dan merepotkan orang tua. Kini beliau menjadi dosen di FEM IPB dan menjadi pembicara serta motivator di berbagai macam acara.
Setelah mengikuti kuliah oleh Ir. Abdul Basith, MS pikiran saya menjadi terbuka. Beliau memaparkan mengapa krisi moneter terjadi, mengapa pabrik pesawat indonesia tidak dikembangkan, sedikit kisah B.J. Habibie hingga memberikan alasan kenapa kita harus menjadi pengusaha dan jangan terjebak di sebuah kotak. Kuliah bersama beliau membuak wawasan saya dan sangat berkesan bagi saya karena saya bisa bertemu dosen yang sangat hebat seperti beliau.
IPB memiliki peringkat pertama di bidang SDM diantara Universitas Negeri se-Indonesia, saya baru merasakannya sekarang. Jujur saja awalnya memang saya kurang nyaman kuliah di IPB dan tidak bangga akan predikat pertama di bidang SDM yang disandang oleh IPB. Namun setelah bertemu dengan beliau saya menjadi sadar, bahwa memang SDM di kampus ini sangat-sangat luar biasa. Saya sangat beruntung dan saya seharusnya bersyukur lebih banyak lagi bisa kuliah di kampus ini dan bertemu orang-orang hebat. Kedepannya mungkin saya akan bertemu dengan dosen-dosen lainnya yang tidak kalah hebat di Kampus Biodiversitas ini.
Mungkin saya cukupkan sekian untuk post kali ini, untuk detail materi yang beliau berikan akan saya bahas di post selanjutnya. Tentunya materi tersebut sangat inspiratif.
0 comments:
Post a Comment